Multikulturalisme merupakan pengakuan tentang keanekaragaman dari masyarakat yang majemuk, heterogen, dan plural. Selain itu, dapat dipahami pula sebagai suatu keanekaragman budaya, tradisi, gaya hidup, agama, dan bentuk-bentuk perbedaan lainnya.

Jika dilihat dari definisi di atas, Indonesia menadi negara yang menganut paham tersebut. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki beraneka ragam budaya, baik itu bersifat kesukuan maupun agama. Melalui consensus yang digagas oleh pendiri bangsa, dengan Pancasila ditetapkan sebagai dasar falsafah negara, dengan semboyan bhineka tunggal ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Pengertian multikultural

Menurut beberapa pakar, multikultural mempunyai definisi sebagai berikut

Lawrence Blum
Multikultural menurut Blum adalah suatu keyakinan dalam bentuk ideologi untuk bisa menerima perbedaan agama, politik, etnis, dan banyak perbedaan lainnya. Baik itu dilakukan secara individual atau dilakukan dalam kelompok sosial tertentu.

Rifai Harahap
Masyarakat multikultural adalah kesatuan masyarakat yang bersatunya didasari atas perbedaan untuk hidup bersama. Kehidupan bersama tersebut direncanakan dapat menyelesaikan masalah atau gejala sosial, terutama konflik yang sering terjadi.

Azyumardi Azra
Multikulturalisme merupakan paradigma mengenai hidup bermasyarakat yang didasari atas persatuan dan mengesampingkan perbedaan, baik perbedaan dalam agama, pilihan politik, etnis, budaya, dan lain sebagainya.

Parekh
Masyarakat multikultural adalah adanya kesepakatan dalam masyarakat yang dilakukan untuk mengantisipasi konflik sosial melalui kerjasama. Kesepakatan tersebut dilakukan adanya kesempatan mengenai beragam perbedaan, etnis, dan perbedaan lainnya.

J.S Furnival
Masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih kelompok (komunitas), yang mana dalam komunitas tersebut secara kultural dan ekonomi terfragmentasi dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda antara satu sama lain.

Nasikhun
Masyarakat plural adalah masyarakat yang terdiri dua atau lebih tatanan sosial, masyarakat, atau kelompok yang secara kultural, ekonomi, dan politik dipisahkan (diisolasi), dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda dari satu sama lain.

Clifford Geertz
Masyarakat plural merupakan masyarakat yang terbagi atas beberapa subsistem embrio dan terikat dalam ikatan primordial.

Pierre L Van dan Barghe
Terbentuknya masyarakat multikultur (majemuk) terbagi atas beberapa hal

a. Mengalami segmentasi ke dalam kelompok subkultur yang berbeda satu dengan yang lain.

b. Memiliki struktur sosial yang terbagi menjadi lembaga non komplementer.

c. Kurang mengembangkan consensus di antara anggota mengenai nilai-nilai dasar.

d. Relative sering bertentangan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

e. Pertumbuhan integrasi sosial relatif pemaksaan dan memiliki ketergantungan satu sama lain pada bidang ekonomi.

f. Adanya dominasi politik antara satu kelompok dengan yang lain.

Berdasarkan keterangan para tokoh di atas, Multikultaralisme merupakan paham yang mengakui adanya sebuah perbedaan yang ada dalam tatanan sosial masyarakat. Perbedaan tersebut bisa terjadi secara alamiah atau fitroh, pun dapat pula terjadi karena olah pikir manusia atau kebudayaan.

Faktor Pembentuk Masyarakat Multikultural

Beberapa faktor yang menjadi latar belakang terbentuknya atau terciptanya masyarakat multikultural adalah sebagai berikut

a. Perbedaan Iklim

Sudah diketahui public bahwa alam (semesta) memiliki iklim yang berbeda-beda. Jika pandangan tersebut disempitkan, negara ini memiliki iklim yang berbeda antara daerah. Di daerah dataran tinggi memiliki iklim yang berbeda dengan dataran rendah. Meskipun secara global masih dalam satu iklim tropis.

Perbedaan iklim pula yang dapat membentuk karakter dan kecenderungan manusia menjadi berbeda-beda pula. Wajar saja, jika perbedaan itu muncul dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, pun dengan bernegara.

b. Bentuk Wilayah dan Kenampakan Alam

Bentuk wilayah menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan struktur dan karakter masyarakat yang berbeda-beda. Perbedaan itu pula yang menjadi dasar munculnya pelbagai macam perbedaan. Daerah yang memiliki struktur alam yang berbeda-beda pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Potensi perbedaan itu sangat besar.

Sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Indonesia biasa dikenal sebagai negara kepulauan, itu artinya Indonesia memiliki banyak sekali pulau yang tersebar dalam satu kawasan territorial negara. Wajar saja, jika Indonesia memiliki masyarakat yang multikultural. Perbedaan yang terjadi pun sangat komplek, mulai dari agama, budaya, pilihan politik, suku, dan ras.

c. Letak Geografis

Letak geografis adalah posisi suatu negara atau wilayah di permukaan bumi. Misalnya, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Letak strategis itulah yang menyebabkan banyak bangsa asing singgah di Indonesia. Akibatnya, terjadi akulturasi, dan asimilasi budaya yang menjadi sebab Indonesia beraneka ragam.

Tipe Masyarakat Multikultural

Masyarakat multikultural dapat terbentuk melalui beberapa cara, sehingga tercipta sebuah masyarakat yang beraneka ragam. Cara tersebut dapat berupa proses buatan dan proses alami. Adapun keanekaragaman yang dimaksud dalam masyarakat multikultural seperti saat ini dapat berupa

a. Perbedaan Ras

Perbedaan ras dapat dilihat berdasarkan pengelompokan manusia dari segi fisik dan ciri-ciri tubuh (struktur anatomi tubuh).

b. Keanekaragaman Agama

Keanekaragaman agama dapat dilihat melalui agama apa saja yang tumbuh di masyarakat. Dan perkembangan tersebut diakui oleh negara secara sah. Sampai saat ini Indonesia mengakui setidaknya ada 6 Agama yang berkembang dan dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, fakta yang ada di lapangan, banyak aliran kepercayaan yang tidak diakui oleh pemerintah yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

c. Keanekaragaman Etnis atau Suku

Keanekaragaman etnik atau suku menunjukkan adanya komunitas manusia yang memiliki kesamaan latar belakang budaya dan kesadaran serta identitas. Faktor yang membedakan antara suku bangsa satu dengan suku bangsa lainnya yaitu adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan bahasa.

d. Keanekaragaman Profesi atau Mata Pencaharian

Profesi mempunyaio kaitan dengan kemampuan khusus yang dimiliki seseorang. Profesi adalah kegiatan individu untuk mencari nafkah dengan tujuan memenuhi kebutahan hidup.

Pembagian Kategori Masyarakat Multikultur

Sedangkan menurut J.S Furnival, berdasarkan kongfigurasi dan komunitas membedakan masyarakat menjadi empat kategori atau bentuk, di antaranya

a. Masyarakat majemuk terhadap mayoritas dominan, terdiri atas sejumlah kelompok yang mendominasi. Baik dari segi jumlah maupun pengaruh terhadap kelompok lain dalam kekuatan kompetitif yang tidak seimbang.

b. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan, artinya kelompok minoritas mempunyai keunggulan kompetitif sehingga dapat mendominasi beberapa aspek kehidupan seperti politik dan ekonomi negara.

c. Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang, terdiri atas sejumlah komunitas atau kelompok yang mempunyai kekuatan kompetitif dan seimbang.

d. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi, terdiri atas kelompok etnik kecil yang tidak memiliki posisi dominan dalam aspek kehidupan masyarakat seperti politik dan ekonomi.

Indonesia adalah Negara Multikultural

Indonesia sebagai negara yang memiliki wilayah yang sangat luas. Julukan sebagai negara kepulauan atau yang memiliki banyak pulau membuat Indonesia memiliki banyak etnis ataupun suku. Uniknya, per-pulau ataupun per daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Hal tersebut yang membuat Indonesia kaya akan budaya.

Sebagai negara, melihat komplesitas masyarakat yang tinggal dan menetap di dalamnya serta diikat dengan sebuah ikatan negara membuat pemerintah harus jeli dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa. Pasalnya kekayaan budaya yang awalnya menjadi potensi dan karakter bangsa dapat berubah menjadi ancaman bangsa Indonesia.

Dengan keanekaragaman yang dimiliki apabila tidak dijaga dan dirawat dengan serius akan menjadi ancaman besar. Perbedaan mempunyai peluang adanya permusuhan dan perpecahan sangat besar. Apalagi biasanya kalau sudah menyangkut persoalan identitas, itu merupakan persoalan yang sangat sensitif.

Orang atau kelompok rela melakukan apa saja untuk membela dan mempertahankan identitas yang dimiliki. Bahkan, mereka rela melakukan tindakan separatism demi mempertahankan keutuhan dan martabat kelompok identitasnya.

Maka dari itu, dalam penyusunan terbentuknya negara, para pendiri bangsa Indonesia sudah bertekad untuk menyatukan dan menjaga keutuhan bangsa untuk menjadi sebuah negara dengan meninggalkan egoisitas sektoralnya. Maka dari itu disepakati bentuk negara adalah republik dengan semboyan bhineka tunggal ika.