Salah satu konsep penting yang harus dimiliki perusahaan, pelaku usaha, ataupun organisasi adalah manajemen strategi. Pasalnya, manejemen strategi merupakan seni dan pengetahuan dalam merumuskan, serta mengevaluasi keputusan-keputasn lintas fungsional yang memungkinkan sebuah organisasi untuk mencapai sebuah tujuan.

Dari definisi tersebut secara sederhana manejemen strategi mempunyai fokus pada penetapan tujuan organisasi, pembangunan kebijakan, perencanaan mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan-kebijakan dan menerapkan pencapaian-pencapaian tujuan Indonesia. Selain itu, dalam pelaksanaan praksisnya, manajemen strategi mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dan pelbagai bagian fungsional bisnis untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut ahli ilmu manajemen, manajemen strategi memiliki beberpa definisi :

Menurut J. David Hunger, manajemen strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manejerial yang menentukan kinerja sebuah perusahaan atau organisasi dalma jangka waktu yang lama.

Sedangkan menurut Thomas Wheelen and Co, manajemen strategi merupakan serangkaian keputusan manjerial dan berbagai kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Kegiatan tersebut meliputi perencanaan atau perumusan strategi, pelaksanaan atau implementasi strategi, dan evaluasi.

Nawawi menjelaskan bahwa manajemen strategi adalah sebuah perencanaan yang berskala besar yang berorientasi untuk mencapai tujuan masa depan, dan didifinisikan sebagai sebuah keputusan. Perencanaan tersebut memungkinkan organisasi untuk menjalankan hasil dalam upaya menghasilkan sesuatu perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan atau jasa serta layanan kualitas, dan optimasi yang diarahkan untuk pencapaian tujuan strategis organisasi.

Mulyadi juga menjelaskan  bahwa manejemen strategi adalah sebuah proses yang dilakukan oleh manajer dan pegawai untuk merumuskan dan melaksanakan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.

Sedangkan menurut Bambang Haryadi, manajemen strategi adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan strategi, dan mengevaluasi strategi dalam rangka menyediakan nilai-nilai yang terbaik bagi pelanggan untuk mewujudkan visi organisasi.

Berdasarkan definisi para ahli di atas, manajemen strategi memiki peranan yang strategis dalam mengkontrol pencapaian visi atau tujuan dari perusahaan atau sebuah organisasi. Manajemen strategi mendorong untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Tujuan Manajemen Strategi

Menurut Suwandiyanto, terdapat emapat tujuan manajemen strategi, yaitu

1. Memberikan arah pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan

Manajer strategi harus mampu menunjukkan kepada semua pihak kemana arah tujuan organisasi atau perusahaan. Hal tersebut sangat penting untuk mendorong karyawan atau pimpinan perusahaan agar bergerak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam manajemen strategi.

2. Membantu memikirkan kepentingan berbagai pihak

Perusahaan atau organisasi mempunyai fungsi untuk mempertemukan pemikiran dan kepentingan yang berbeda-beda supaya menjadi satu kekuatan besar. Kekuatan tersebut tentunya memiliki tujuan yang besar pula. Agar kepentingan dan pemikiran yang berbeda-beda tersebut dapat berjalan baik, maka perlu dibuat sebuah konsep atau metode yang disepakati bersama. Konsep atau metode tersebut yang biasa disebut dengan manajemen strategi.

3. Mengantisipasi setiap perubahan kembali sesuai dengan konsep

Dalam sebuah perjalanan mestinya tidak akan berjalan dengan mulus, tentu mengalami banyak dinamika. Dinamika tersebut yang terkadang membuat jalan berubah, sehingga tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Perubahan itu bersifat dinamis, terkadang fenomena yang terjadi jauh dari apa yang diprediksi. Hal tersebut yang sering kali membuat perusahaan atau organisasi mencari cara yang tidak bisa agar dapat mengantisipasi perubahan tersebut.

Salah satu cara yang biasa digunakan untuk mengantisipasi hal tersebut adalah adanya manajemen strategi. Menggunakan cara inilah, perubahan dapat ter-majer dengan baik dan dapat kembali sesuai dengan apa yang dikehendaki atau disepakati lebih awal.

4. Berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas

Manajer strategi bertanggungjawab tidak hanya untuk mengkonsentrasikan kemampuan di atas kepentingan efisiensi dan efektivitas, melainkan juga memiliki perhatian yang serius pada sumber daya untuk bekerja supaya dapat bekerja secara efektif dan efisien.

 

Dalam pelaksanaannya tujuan manajemen strategi adalah sebagai berikut

  1. Untuk mengimplementasikan dan melakukan evaluasi strategi yang telah dipilih secara efektif.
  2. Memiliki tujuan untuk mengevaluasi kinerja, meninjau, mengkaji ulang, melakukan koreksi dan penyesuaian apabila ditemukan penyimpangan dalam implementasi strategi.
  3. Untuk membuat strategi baru yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal.
  4. Bertujuan untuk meninjau ulang kekuatan dan kelemahan oraganisasi, melihat peluang, dan ancaman dalam bisnis.
  5. Supaya organisasi dapat berinovasi dalam produk atau layanan, sehingga dapat terus diterima oleh konsumen.

Manfaat Manajemen Strategi
Manajemen strategi sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai kegiatan agar dapat mencapai tujuan dengan baik. Manajemen strategi memiliki berbagai manafaat, seperti berikut ini :

  1. Manajemen organisasi dapat menghasilkan keputusan yang paling baik dalam sebuah organisasi
  2. Kegiatan merumuskan manajemen strategi dapat membantu meningkatkan kemampuan organisasi, terlebih dalam menghadapi pelbagai tantangan dan masalah.
  3. Keterlibatan pegawai dalam merumuskan manajemen strategi dapat menyadarkan mereka dalam mengerti dan menghargai produktivitas yang pada akhirnya meningkatkan motivasi kerja.
  4. Implementasi manajemen strategi dapat membuat sebuah perusahaan atau organisasi lebih peka dalam mengahadapi perubahan dan ancaman dari luar.
  5. Manajemen strategi yang baik akan membantu mencegah masalah atau ancaman yang berasal dari dalam maupun luar.
  6. Implementasi manajemen strategi dapat membuat proses operasional sebuah sebuah organisasi atau perusahaan lebih efektif dan efisien.
  7. Manajemen strategi dapat membuat perusahaan atau organisasi untuk beradaptasi terhadap peubahan.
  8. Pelaksanaan manajemen organisasi dapat membuat perusahaan lebih profitable (meningkatkan pendapatan) dibandingkan dengan perusahaan yang belum menerapkannya.

Prosen dan Tahapan Manajemen Strategi

Menurut David proses manajemen strategi memiliki tiga tahapan, di antaranya :

1. Perumusan Strategi (Strategi Formulation)

Dalam sebuah menyusunan manajemen strategi, tahap awal yang paling penting untuk disusun adalah permusan strategi. Perumusan strategi merupakan tahap awal dalam menyusun sebuah strategi, yang mencakup pengembangan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terjadi dalam perusahaan atau organsisi baik dari luar maupun dalam, menentukan kelemahan dan kekuatan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi tertuntu untuk mencapai tujuan.

2. Implementasi Strategi (Strategy Implemented)

Setelah melakukan perumusan strategi, tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengimplementasikan strategi. Implementasi strategi memerlukan suatu keputusan dari pihak yang berewenang dalam mengambil keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya, sehingga strategi yang dirumuskan dapan dilaksanakan.

Dalam tahap ini, dilakukan pengembangan strategi pendukung budaya, merencanakan struktur organisasi perusahaan yang efektif, mengatur ulang usaha pemasaran yang dilakukan, mempersiapkan budget, mengembangkan dan utilisasi sistem informasi serta menghubungkan kompensasi karyawan pada kinerja perusahaan.

3. Evaluasi Strategi

Tahapan yang sangat penting dalam manajemen strategi adalah evaluasi strategi. Hal tersebut dikarenakan, dalam tahap ini kita dapat mengetahui strategi yang sudah dan belum terlaksana. Selain itu, kita dapat mengidentifikasi lebih jauh masalah yang terjadi sehingga strategi yang dilakukan tidak terlaksana. Selain itu, kita juga dapat menentukan langkah taktis strategis untuk menyusun perencanaan ke depan agar jalannya perusahaan atau organisasi sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam melakukan evaluasi strategi, ada empat langkah yang harus dilakukan. Di antaranya adalah

  1. Mengkaji ulang berbagai faktor internal dan eksternal yang menjadi landasan dalam perumusan strategi yang diterapkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
  2. Mengukur kinerja yang sudah berjalan.
  3. Melakukan upaya perbaikan atas kekurangan kinerja sebelumnya guna menyusun keberhasilan di masa yang akan datang.
  4. Menentukan strategi baru dan menyusun capaian baru dalam sebuah organisasi atau perusahaan agar dapat mencapai hasil yang maksimal atau lebih tinggi dari sebelumnya.