Halo kali ini CSRKITA akan mengulas tentang Keluarga : Pengertian, Bentuk, dan Fungsi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan

Keluarga merupakan sebuah komunitas yang terjadi sebuah hubungan yang ketat karena dengan didasari persamaan gen atau keturunan terdiri dari orang tua dan anak. Sedangkan menurut beberapa tokoh, definisi keluarga adalah sebagai berikut :

Pengertian Keluarga

Reisner

Sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari ayah, ibu, anak, kakek, dan nenek.

Logan’s

Keluarga menurut Logan’s, keluarga adalah sebuah sistem sosial dan sebuah kumpulan beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain.

Gillis

Sebuah kesatuan yang komplek dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai arti sebagaimana unit indivi

Lancester dan Stanhope

Sedangkan, Lancester dan Stanhope mendendefiniskan keluarga sebagai dua atau lebih individu yang berasal dari keluarga yang sama atau yang berbeda dan saling mengikutsertakan dalam kehidupan yang terus menerus.

Jonasik dan Green

Sebuah sistem yang saling tergantung, yang mempunyai dua sifat

Spradley dan Allender

Keluarga merupakan satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran, dan tugas.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah keluarga harus ada hubungan yang terikat antar anggota keluarga. Hubungan tersebut biasanya karena ikatan keturunan, administratif negara, ataupun kultural. Dalam ikatan tersebut membentuk sebuah hubungan interaksi sosial yang massif dan berkelanjutan berkelanjutan.

Ciri-ciri Keluarga

Dalam sebuah keluarga setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut

  1. Terdiri dari orang-orang yang mempunyai ikatan, baik ikatan keturanan (nasob) ataupun ikatan kultural.
  2. Dalam sebuah keluarga biasanya seluruh angootanya hidup dalam satu rumah dan membentuk satu ikatan rumah tangga.
  3. Kesatuan orang yang saling berinteraksi dan berkomunikasi.
  4. Mempertahankan kebudayaan bersama.

Nilai-nilai Keluarga

Nilai adalah sistem, sikap, dan kepercayaan secara sadar atau tidak, mempersatukan anggota keluarga dalam satu budaya. Nilai dalam keluarga merupakan suatu pedoman perilaku dan pedoman bagi perkembangan norma dan peraturan. Sedangkan, norma merupakan pola perilaku yang baik menurut masyarakat berdasarkan sistem nila dalam keluarga. Dan budaya adalah sekumpulan pola perilaku yang dapat dipelajari, dibagi dan ditularkan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah.

Fungsi Keluarga

Keluarga memiliki sebuah fungsi yang mana fungsi tersebut terfokus pada proses yang digunakan oleh keluarga untuk mencapai tujuan dari keluarga tersebut. Yang mana dalam fungsi tersebut terdapat komunikasi antara anggota keluarga, penetapan tujuan, resolusi konflik, pemberian makanan, dan penggunaan sumber daya (baik internal maupun eksternal).

Freidmen membagi fungsi keluarga dalam beberapa kategori

  1. Fungsi afektif dan koping, dalam fungsi afektif dan koping, keluarga memberikan kenyamanan emosional anggota, membantu dalam membentuk identitas, dan mempertahankan saat terjadi stress.
  2. Fungsi sosialisasi, yang mana dalam fungsi sosialisasi ini, keluarga berperan sebagai guru dalam menanamkan kepercayaan, nilai, sikap, dan mekanisme koping, memberikan feedback, dan petunjuk dalam pemecahan masalah.
  3. Fungsi reproduksi, dalam fungsi reproduksi, keluarga bertanggungjawab untuk melahirkan anak, menumbuh kembangkan anak. Dan meneruskan keturunan.
  4. Fungsi ekonomi, dalam fungsi tersebut, keluarga wajib memberikan finansial kepada anggota keluarganya dan kepentingan di masyarakat.
  5. Fungsi fisik, dalam fungsi fisik, keluarga memberikan keamanan, kenyamanan lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan istirahat termasuk untuk penyembuhan dari sakit.

Jika disusun secara lebih sistematis, keluarga mempunyai lima fungsi, di antaranya

Fungsi Biologis

  1. Mempunyai tugas untuk meneruskan keturunan.
  2. Mempunyai tugas untuk merawat (memelihara dan membesarkan) anak.
  3. Mempunyai tugas untuk memberikan makanan dan memenuhi gizi keluarga.
  4. Mempunyai tugas untuk Menjaga dan melindungi kesehatan anggota keluarganya.
  5. Mempunyai tugas untuk memberikan kesempatan liburan atau rekreasi.

Fungsi Psikologis

  1. Sebagai identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang.
  2. Sebagai tempat pendewasaan kepribadian bagi para anggotanya
  3. Sebagai wadah perlindungan secara psikis.
  4. Sebagai ruang mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat.

Fungsi Sosial Budaya atau Sosiologi

  1. Mempunyai kewajiban untuk meneruskan nilai-nilai budaya.
  2. Mempunyai kewajiban untuk sosialisasi
  3. Mempunyai kewajiban untuk mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat.

Fungsi Sosial

  1. Bertanggungjawab untuk mencari sumber-sumber dalam rangka memenuhi fungsi lainnya.
  2. Bertanggungjawab untuk membagi sumber-sumber tersebut untuk pengeluaran atau tabungan.
  3. Bertanggungjawab untuk mengatur keuangan.

Fungsi Pendidikan

  1. Berkewajiban untuk menanamkan keterampilan, tingkah laku, dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain.
  2. Sebagai ruang untuk persiapan kehidupan dewasa.
  3. Memenuhi peranan sehingga anggota keluarga menjadi dewasa

Sedangkan menurut BKKBN, fungsi keluarga adalah sebagai berikut

  1. Fungsi keagamaan, keluarga berkewajiban unutk memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam memeluk agama. Tugas kepala keluarga adalah menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
  2. Fungsi Sosial-Budaya, keluarga berkewajiban untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkahlaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
  3. Fungsi Cinta Kasih, keluarga berkewajiban memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian di antara anggota keluarga.
  4. Fungsi melindungi, keluarga berkewajiban untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindungi dan merasa aman.
  5. Fungsi reproduksi, keluarga berkewajiban untuk meneruskan keturunan, memelihara, dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga.
  6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan, keluarga berkewajiban untuk mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak, bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  7. Fungsi ekonomi, keluarga berkewajiban dalam mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan, menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.
  8. Fungsi pemibnaan lingkungan.

Bentuk Keluarga

Keluarga dibagi menjadi beberapa bentuk, di antaranya

Garis Keturunan

  1. Patrilinear, keturunan sedarah yang terdiri dari sanak saudara sederah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
  2. Matrilinear, keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalan beberapa generasi di mana hubungan disusun melalui jalur ibu.

Jenis Perkawinan

  1. Monogami, keluarga di mana terdapat seorang suami dengan seorang istri.
  2. Poligami, keluarga di mana terdapat seorang suami dengan lebih dari satu istri.

Pemukiman

  1. Patrilokal, pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan keluarga sedarah suami.
  2. Matrilokal, pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan keluarga istri.
  3. Neolokasl, pasangan suami istri, tinggal jauh dari keluarga suami dan istri.

Jenis Anggota Keluarga

  1. Keluarga inti, keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
  2. Keluarga besar, keluarga inti ditambah dengan saudara. Misalnya, kakak, nenek, keponakan, dll.
  3. Keluarga berantai, keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu dan merupakan satu keluarga inti.
  4. Keluarga duda, keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
  5. Keluarga berkomposisi, keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
  6. Keluarga kabitas, dua orang yang terjadi tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

Kekuasaan

  1. Patriakal, keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak dari ayah.
  2. Matrilekal, keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu.
  3. Equalitrium, keluarga yang memegang kekuasaan adalah ayah dan ibu.